KULINER BANJAR

Maret 25, 2009

Kuliner banjar beragam jenisnya yang menjadi salah satu bagian dari kebudayaan dari masyarakat banjar yang menjadi ciri khas yang membedakan dengan daerah lain.Perkembangan kuliner Banjar mengalami perubahan dari masa ke masa menjadikan kuliner banjar berkembang sesuai pada jamannya dan menjadi suatu ciri khas yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu kebudayaan.Sampai pada saat kuliner banjar mulai berkolaborasi dengan kuliner daerah lain menjadikan kuliner banjar berbeda dari yang aslinya.Penggunaan bahan baku instan menjadi salah satu dampak dari perubahan dalam masyarakat yang mulai terpengaruh dengan kebudayaan instan.Masyarakat banjar menjadi agak sulit untuk mencari kuliner banjar yang benar-benar dibuat oleh orang yang mengerti betul tentang kuliner banjar dan dibuat dari bahan-bahan yang sesuai dengan resepnya.
Adapun kuliner dari banjar yang terkenal diantaranya:
Soto Banjar merupakan salah satu kuliner banjar yang dari namanya sendiri sudah menyatakan diri bahwa masakan ini dari daerah Banjar. Dengan nama ini soto banjar menjadi salah satu masakan khas yang tentunya orang banjar pernah menikmati bahkan munkin membuatnya sendiri.Bahan baku dari rempah-rempah yang tidak terlalu pekat membuat soto banjar membuat rasanya tidak terlalu berasa rempah-rempah saja. soto banjar menyebar di mana-mana tetapi paling dikenal hanya beberapa saja yang dikenal karena khasnya rasa yang ditawarkan.

Masakan dari banjar lainnya
• Bistik,
• Daging sanggingan,
• Gangan asam
• Gangan gadang pisang,
• Gangan haliling,
• Gangan humbut,
• Gangan kaladi,
• Gangan karuh,
• Gangan katuyung,
• Gangan lamak,
• Gangan nangka
• Gangan pisang,
• Gangan rabung,
• Gangan waluh,
• Haruan baubar
• Haruan masak kecap
• Itik panggang
• Iwak samu
• Jambu biji bacampur santan,
• Jaruk kalangkala,
• Jaruk kulit pisang,
• Jaruk tarap,
• Kalangkala bakulu,
• Karih daging,
• Karih
• Katupat kandangan
• Kembang tigaron bajaruk
• Kulit nangka bajaruk
• Laksa
• Lodeh nangka
• Lontong orari
• Lumbu kaladi bapais
• Luncar kaladi
• Mandai
• Masak habang
• Masak kuning
• Nasi kuning
• Opor habang
• Opor kuning
• Opor putih
• Paisan baung
• Paisan patin
• Paisan pipih
• Paisan wadi haruan
• Paisan wadi sapat
• Pakasam bapais
• Pakasam basanga
• Papuyu babanam
• Papuyu bapais
• Papuyu basanga
• Papuyu baubar
• Rawon
• Saluang basanga
• Sapat basanga
• Sop buntut
• Soto banjar
• Tarung babanam basantan
• Tarung batanak
• Urap
• Using-using hundang papai
• Using-using kangkung
• Using-using tarung hintalu
• Wadi basanga

Dari semua masakan khas banjar terdapat fakta yang mungkin kurang jelas bila kita menikmati masakan banjar yaitu dari tingkat keasinan rasa makanan yang berbeda dari daerah yang membuat masakan tersebut.Dari tingkat keasinan rasa makanan itu bisa menggambarkan dari mana masakan itu dibuat atau dari mana orang yang membuat masakan.gambaran umumnya masakan yang asin biasanya berasal dari daerah yang tingkat kehidupannya agak keras dan emosi yang tingtgi misalnya saja daerah Rantau dan kandangan.Berbeda dengan masakan dari daerah barabai yang tingkat keasinannya kurang.Belum diketahui dengan jelas apakah pernyataan ini bisa dipastikan karena belum ada penelitian khusus tentang adakan hubungan tingkat keasinan kuliner suatu daerah dengan pola hidup masyarakat yang mengkonsumsi kulier tersebut.Dari data yang ada tingat keasinan rasa dari makanan mampu mempengaruhi tekanan dari bahkan seseoang bisa tidak bisa makan makanan yang tingkat keasinan yang cukup tinggi.
BAGAIMANA MENURUT ANDA?

ASMA UL HUSNA

Oktober 30, 2009

ASMA UL HUSNA

1 Al Rahman                Maha Pengasih The All Beneficent

2 Ar Rahiim                 Maha Penyayang The Most Merciful

3 Al Malik                     Maha Merajai/Memerintah The King, The Sovereign

4 Al Quddus                 Maha Suci The Most Holy

5 As Salaam                 Maha Memberi Kesejahteraan Peace and Blessing

6 Al Mu`min               Yang Memberi Keamanan The Guarantor

7 Al Muhaimin           Maha Pemelihara The Guardian, the Preserver

8 Al `Aziiz                    Maha Gagah The Almighty, the Self Sufficient

9 Al Jabbar                  Maha Perkasa The Powerful, the Irresistible

10 Al Mutakabbir      Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran The Tremendous

11 Al Khaliq                 Maha Pencipta The Creator

12 Al Baari`                 Yang Melepaskan (Membuat,Membentuk, Menyeimbangkan) The Maker

13 Al Mushawwir           Yang Membentuk Rupa (makhluknya) The Fashioner of Forms

14 Al Ghaffaar               Maha Pengampun The Ever Forgiving

15 Al Qahhaar               Yang Memaksa The All Compelling Subduer

16 Al Wahhaab              Maha Pemberi Karunia The Bestower

17 Ar Razzaaq               Maha Pemberi Rejeki The Ever Providing

18 Al Fattaah                 Maha Pembuka Rahmat The Opener, the Victory Giver

19 Al `Aliim                  Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu) The All Knowing, the Omniscient

20 Al Qaabidh               Yang Menyempitkan (makhluknya) The Restrainer, the Straightener

21 Al Baasith                 Yang Melapangkan (makhluknya) The Expander, the Munificent

22 Al Khaafidh              Yang Merendahkan (makhluknya) The Abaser

23 Ar Raafi`                  Yang Meninggikan (makhluknya) The Exalter

24 Al Mu`izz                 Yang Memuliakan (makhluknya) The Giver of Honor

25 Al Mudzil                 Yang Menghinakan (makhluknya) The Giver of Dishonor

26 Al Samii`                  Maha Mendengar The All Hearing

27 Al Bashiir                 Maha Melihat The All Seeing

28 Al Hakam                 Maha Menetapkan The Judge, the Arbitrator

29 Al `Adl                     Maha Adil The Utterly Just

30 Al Lathiif                  Maha Lembut The Subtly Kind

31 Al Khabiir                Maha Mengetahui Rahasia The All Aware

32 Al Haliim                 Maha Penyantun The Forbearing, the Indulgent

33 Al `Azhiim               Maha Agung The Magnificent, the Infinite

34 Al Ghafuur               Maha Pengampun The All Forgiving

35 As Syakuur               Maha Pembalas Budi (Menghargai) The Grateful

36 Al `Aliy                    Maha Tinggi The Sublimely Exalted

37 Al Kabiir                  Maha Besar The Great

38 Al Hafizh                  Maha Menjaga The Preserver

39 Al Muqiit                  Maha Pemberi Kecukupan The Nourisher

40 Al Hasiib                  Maha Membuat Perhitungan The Reckoner

41 Al Jaliil                    Maha Mulia The Majestic

42 Al Kariim                 Maha Pemurah The Bountiful, the Generous

43 Ar Raqiib                  Maha Mengawasi The Watchful

44 Al Mujiib                  Maha Mengabulkan The Responsive, the Answerer

45 Al Waasi`                 Maha Luas The Vast, the All Encompassing

46 Al Hakiim                 Maha Bijaksana The Wise

47 Al Waduud               Maha Pencinta The Loving, the Kind One

48 Al Majiid                  Maha Mulia The All Glorious

49 Al Baa`its                 Maha Membangkitkan The Raiser of the Dead

50 As Syahiid                Maha Menyaksikan The Witness

51 Al Haqq                    Maha Benar The Truth, the Real

52 Al Wakiil                  Maha Memelihara The Trustee, the Dependable

53 Al Qawiyyu              Maha Kuat The Strong

54 Al Matiin                  Maha Kokoh The Firm, the Steadfast

55 Al Waliyy                 Maha Melindungi The Protecting Friend, Patron, and Helper

56 Al Hamiid                 Maha Terpuji The All Praiseworthy

57 Al Mushii                 Maha Mengkalkulasi The Accounter, the Numberer of All

58 Al Mubdi`                 Maha Memulai The Producer, Originator, and Initiator of all

59 Al Mu`iid                 Maha Mengembalikan Kehidupan The Reinstater Who Brings Back All

60 Al Muhyii                 Maha Menghidupkan The Giver of Life

61 Al Mumiitu               Maha Mematikan The Bringer of Death, the Destroyer

62 Al Hayyu                  Maha Hidup The Ever Living

63 Al Qayyuum                         Maha Mandiri The Self Subsisting Sustainer of All

64 Al Waajid                 Maha Penemu The Perceiver, the Finder, the Unfailing

65 Al Maajid                 Maha Mulia The Illustrious, the Magnificent

66 Al Wahiid                 Maha Esa The One, the All Inclusive, the Indivisible

67 Al Ahad                    Maha Esa The One, the All Inclusive, the Indivisible

68 As Shamad                Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta The Self Sufficient, the Impregnable, the

Eternally Besought of All, the Everlasting

69 Al Qaadir                  Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan The All Able

70 Al Muqtadir              Maha Berkuasa The All Determiner, the Dominant

71 Al Muqaddim            Maha Mendahulukan The Expediter, He who brings forward

72 Al Mu`akkhir            Maha Mengakhirkan The Delayer, He who puts far away

73 Al Awwal                 Maha Awal The First

74 Al Aakhir                 Maha Akhir The Last

75 Az Zhaahir                Maha Nyata The Manifest; the All Victorious

76 Al Baathin                Maha Ghaib The Hidden; the All Encompassing

77 Al Waali                   Maha Memerintah The Patron

78 Al Muta`aalii             Maha Tinggi The Self Exalted

79 Al Barri                    Maha Penderma The Most Kind and Righteous

80 At Tawwaab             Maha Penerima Tobat The Ever Returning, Ever Relenting

81 Al Muntaqim             Maha Penyiksa The Avenger

82 Al Afuww                 Maha Pemaaf The Pardoner, the Effacer of Sins

83 Ar Ra`uuf Maha        Pengasih The Compassionate, the All Pitying

84 Malikul Mulk            Penguasa Kerajaan (Semesta) The Owner of All Sovereignty

85 Dzul Jalaali Wal Ikraam         Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan The Lord of Majesty and Generosity

86 Al Muqsith                Maha Adil The Equitable, the Requiter

87 Al Jamii`                  Maha Mengumpulkan The Gatherer, the Unifier

88 Al Ghaniyy               Maha Berkecukupan The All Rich, the Independent

89 Al Mughnii               Maha Memberi Kekayaan The Enricher, the Emancipator

90 Al Maani                  Maha Mencegah The Withholder, the Shielder, the Defender

91 Ad Dhaar                  Maha Memberi Derita The Distressor, the Harmer

92 An Nafii`                  Maha Memberi Manfaat The Propitious, the Benefactor

93 An Nuur                   Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) The Light

94 Al Haadii                  Maha Pemberi Petunjuk The Guide

95 Al Baadii                  Maha Pencipta Incomparable, the Originator

96 Al Baaqii                  Maha Kekal The Ever Enduring and Immutable

97 Al Waarits                Maha Pewaris The Heir, the Inheritor of All

98 Ar Rasyiid                Maha Pandai The Guide, Infallible Teacher, and Knower

99 As Shabuur               Maha Sabar The Patient, the Timeless

SHARING PENGANTAR ANTROPOLOGI

Juni 18, 2009

1.Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia?

a. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan unsur kepribadian seseorang yang dapat diperoleh melalui latihan, belajar maupun pengalaman. Pengetahuan sesorang terlihat dari tindakan-tindakan yang dilakukan dalam kesehariannya. Unutk memperoleh pengetahuan semua itu maka ada berbagai macam cara untuk melakukannya agar seseorang itu dapat memperoleh pengetahuan, seperti membaca, mendengarkan, melihat atau mengikuti suatu kegiatan . Dari semua itu merupakan tindakan-tindakan manusia yang dapat kita lihat dan dapat kita amati, dari kepribadian seseorang dengan pilar pengetahuan. Dan juga bisa memberikan kepuasan kepada seseorang tersebut setelah pilar pengetahuan ini terpenuhi.
b. Perasaan
Perasaan merupakan suatu kesadaran dalam diri manusia yang adanya pengaruh dari pengetahuan yang dimiliki seseorang. Kepribadian seseorang itu dapat kita amati melalui perasaan seseorang yang melihat suatu kejadian atau peristiwa dari apa yang orang tersebut rasakan.Perasaan seseorang itu dapat terlaksana apabila seseorang itu memiliki pengetahuan tentang apa yang dia rasakan sekarang dan yang dia rasakan sebelumnya. Namun tak sedikit seseorang mampu melakukan tindakan yang diluar dari pengetahuannya ketika mampu merasakan apa yang ada didalam perasaan yang dimiliki.

c. Naluri
Naluri merupakan sebuah dasar dari kepribadian seseorang atau dalam kehidupan seseorang. Bahwa naluri itu tak perlu dipenuhi oleh setiap orang tapi ikuti sesuai dengan kodratnya maka akan mengalir tanpa ada paksaan.
Dalam hal ini naluri harus dibarengi dengan pengetahuan dan perasaan tak terjadi ketimpangan bagi individu Dan mustahil naluri seseorang akan tercapai tanpa adanya pengetahuan dan perasaan.
Adapun jalan yang dapat ditempuh, antara lain

memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk dirinya dengan menunjukkan bakat yang ada dalam dirinya

Dengan jalan paksaan (ancaman) atau sifat memaksa akan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan menunggu kesadaran diri orang tersebut, biasanya penerapan disiplin yang ketat akan membentuk karakter orang lebih kaku walaupun seragam dalam pola tindakan dan perilakunya.

Pemberiaan penghargaan maupun hadiah adalah salah satu cara untuk mendorong dan memotivasi orang lebih cepat melaksanakan sesuatu, biasanya hadiah merupakan penguatan positif yang tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap perkembangannya.

2.Jelaskan, dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan terpindai padakebudayaansuatumasyarakat?

Ada pun wujud dari kebudayaan itu.
1. Ideas

Wujud kebudayaan sebagai suatu ide, gagasan, pemikiran, nilai, norma dari manusia. Penggambaran wujud gagasan dari kebudayaan dalam bentuk abstrak ada dalam pemikiran masing-masing individu. Untuk menyampaikan ide tersebut seorang individu harus berkomunikasi dengan individu lain dengan bahasa lisan atau tulisan.
2. Activities

Wujud kebudayaan sebagai suatu  aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat setelah suatu ide atau gagasan yang ada bisa diterima. Perwujudan dari ide yang dalam pemikiran ditranspormasikan dalam suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu maupun masyarakat.
3. Artifacks

Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia yang terbentuk dari ide dari individu dan aktivitas dalam masyarakat.

Wujud dari kebudayaan ini berjalan secara berurutan dengan ide tercipta terlebih dulu kemudian aktivitas dilakukan uuntuk mewujudkan ide tersebut. Setelah ide dan aktivitas terjadi maka akan terbentuklah suatu bentuk hasil dari ide dan pemikiran itu.

Contoh kongkretnya pada kebudayaan dalam masyarakat,

Disuatu desa untuk mengolah hasil panen berupa padi memerlukan waktu yang cukup lama agar bisa dijual atau dipakai. Pemakaian ranggaman (alat pemotong padi dari daerah banjar) agak lambat. Ada pemikiran untuk mencari alat pemanen yang lebih cepat dan efesien berupa celurit.(ini merupakan bentuk ide dalam masyarakat)

Kemudian masyarakat banjar yang notabeninnya kurang mengetahui cara pemakaian celurit harus belajar untuk menggunakan alat itu dari daerah lain yang biasanya adalah orang jawa yang lebih mengerti penggunaan alat tersebut. Kemudian membuat alat tersebut atau membelinya.(ini merupakan bentuk aktivitas dalam masyarakat setelah ide)

Masyarakat mencoba untuk menggunakan alat tersebut yang telah didapat dengan membuat ataupun membelinya, kemudian digunakan untuk  melakukan kegiatan pemanenan.(hasil dari ide dan aktivitas yang dilakukan masyarakat)

3. Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam memhamai masyarakat Banjar?

Untuk memahami konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi pada masyarakat Banjar terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dari ketiga ini :
1. Migrasi adalah perpindahan dari suatu tempat ketempat yang lain yang diikuti dengan perpindahan kebudayaan dari tempat asal ketempat yang baru. Migrasi bahwa konsep dari migrasi itu adalah perpindahan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Biasanya orang banjar merantau dalam perpindahannya

2. Akulturasi adalah pertukaran atau gabungan budaya yang saling mempengaruhi dari suatu kebudayaan dan akhirnya dimasukkan ke dalam kebudayaan asal. Untuk yang kedua yaitu akulturasi, bahwa untuk masyarakat Banjar itu tidak sepenuhnya dihuni oleh masyarakat banjar itu, melainkan terdiri dari beberapa daerah, seperti orang Hulu Sungai, Orang Kuala, orang dayak maupun Orang Pahuluan yang menjadi satu dalam kebudayaan Banjar yang ada dalam lingkup kalimantan. Adapun yang secara umum bahwa di Banjar juga banyak terdapat masyarakat luar dari daerah Banjar, yakni orang Jawa, Madura,Sumatra, Sulawesi, nusa tenggara maupun papua. Dimana dari semuanya itu  membentuk sebuah kelompok masyarakat yakni masyarakat Banjar.

3. Asimilasi adalah upaya untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat pada masing-masing kebudayaan dalam mementingkan kepentingan dan tujuan bersama. Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran. Budaya orang Banjar tidak sepenuhnya terkikis oleh kebudayaan dari pendatang. Namun, dipadukan dan diintegrasikan agar menjadi kebudayaan yang tinggi yaitu peradaban.Dari banyak daerah yang berada dalam satu kebudayaan yaitu Banjar. Maka dari masing-masing daerah  harus bisa menghilangkan keangkuhan dari kebudayaan daerah yang dibawa, dengan berada dalam satu wadah (Banjar) maka mereka berusaha untuk mencapai tujuan bersama dalam kemaslahatan daerah Banjar.

4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara dengan sumberdaya alam melimpah ruah, tetapi bagaimana kita memahami dalam pandang kaji kebudayan, kenapa kekayaan SDA tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?

Karena dalam hal ini tidak semua masyarakat diindonesia mau untuk memanfaatkan sumber daya alam. Masyarakat diindonesia memiliki daya pikir yang cukup tinggi ditandai dengan penemuan-penemuan tentang pemanfaatan sumberdaya alam. Namun kemampuan ini menjadi sirna karena kurangnya kemauan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Pemanfaatan sumber daya alam menjadi kurang maksimal dan tidak mampu meningkatkan kemakmuran yang memadai. Saya menurut saya jika kemampuan Indonesia terus ditingkat untuk memanfaatkan sumber daya alam Indonesia akan semakin terekploitasi tanpa dibarengi kemauan uuntuk mengembangkannya lebih baik lagi akan semakin berat untuk mendapatkan kemakmuran.

“kalau kita mau untuk berusaha akan mampu, tapi kalau kita mampu tanpa rasa mau unutk terus maju kita akan hancur karena merasa mampu”

5.Ditinjau dai kajian Teori Kebudayaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan?

Teori kebudayaan tentang penemuan Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention. Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur suatu alat baru, ide baru, yang diciptakan oleh guru atau suatu rangkaian dari beberapa guru dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru itu. Pendorong Penemuan Baru. Faktor-faktor pendorong bagi guru dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembangkan penemuan-penemuan baru antara lain :

1.Kesadaran para guru akan kekurangan dalam kebudayaan.
2.Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
3. Sistem perangsang bagi aktivitas pencapaian dalam masyarakat.

Sehingga penyebab para guru kurang melakukan inovasi dan menerapkannya dalam pembaharuan pendidikan seperti tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan. Namun itu sebatas teori dalam kenyataannya adalah kemauan guru itu sendiri yang membuat penemuan-penemuan sulit untuk dilakukan. Kalau sudah tidak mau guru menjadi kurang pengetahuan umum tentang penelitian, teknologi yang menunjang penelitian, kepercayaan tidak terbentuk karena tidak memiliki pengetahuan dan kegiatan pun sulit dilaksanakan. Dana yang di perlukan menjadi sulit untuk didapatkan dari pribadi apalagi dari orang lain maupun sponsor yang akan memberikan dana sesuai dengan hasil kerjanya.

April 16, 2009

Menu Banjar

Kuliner adalah suatu seni mengolah bahan makanan yang dimulai dari proses pemilihan bahan makanan, proses penyimpanannya dan mempersiapkannya sebelum dimasak termasuk dalam mengupas, mencuci, memotong, memberi bentuk, memberi bumbu yang semuanya dikerjakan dengan baik dan tepat. Selanjutnya diteruskan dengan proses pengolahan atau pemasakan dengan berbagai teknik pengolahan dan kemudian disajikan secara menarik dengan diberi tambahan garnish atau hiasan hidangan yang dapat menggugah selera makan. Untuk itu diperlukan keterampilan dan ilmu tersendiri seperti ilmu gizi dasar, ilmu bahan makanan dan pengetahuan tentang alat-alat penyelenggaraan makanan.
Kuliner banjar beragam jenisnya yang menjadi salah satu bagian dari kebudayaan dari masyarakat banjar yang menjadi ciri khas yang membedakan dengan daerah lain.Perkembangan kuliner Banjar mengalami perubahan dari masa ke masa menjadikan kuliner banjar berkembang sesuai pada jamannya dan menjadi suatu ciri khas yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu kebudayaan.Sampai pada saat kuliner banjar mulai berkolaborasi dengan kuliner daerah lain menjadikan kuliner banjar berbeda dari yang aslinya.Penggunaan bahan baku instan menjadi salah satu dampak dari perubahan dalam masyarakat yang mulai terpengaruh dengan kebudayaan instan.Masyarakat banjar menjadi agak sulit untuk mencari kuliner banjar yang benar-benar dibuat oleh orang yang mengerti betul tentang kuliner banjar dan dibuat dari bahan-bahan yang sesuai dengan resepnya.
Adapun kuliner dari banjar yang terkenal diantaranya:
Soto Banjar merupakan salah satu kuliner banjar yang dari namanya sendiri sudah menyatakan diri bahwa masakan ini dari daerah Banjar. Dengan nama ini soto banjar menjadi salah satu masakan khas yang tentunya orang banjar pernah menikmati bahkan munkin membuatnya sendiri.Bahan baku dari rempah-rempah yang tidak terlalu pekat membuat soto banjar membuat rasanya tidak terlalu berasa rempah-rempah saja. soto banjar menyebar di mana-mana tetapi paling dikenal hanya beberapa saja yang dikenal karena khasnya rasa yang ditawarkan.

Masakan dari banjar antara lain:
• Bistik
• Daging sanggingan
• Gangan asam
• Gangan gadang pisang
• Gangan haliling
• Gangan humbut
• Gangan kaladi
• Gangan karuh
• Gangan katuyung
• Gangan lamak
• Gangan nangka
• Gangan pisang
• Gangan rabung
• Gangan waluh
• Haruan baubar
• Haruan masak kecap
• Itik panggang
• Iwak samu
• Jambu biji bacampur santan
• Jaruk kalangkala
• Jaruk kulit pisang
• Jaruk tarap
• Kalangkala bakulu
• Karih daging
• Karih
• Katupat kandangan
• Kembang tigaron bajaruk
• Kulit nangka bajaruk
• Laksa
• Lodeh nangka
• Lontong orari
• Lumbu kaladi bapais
• Luncar kaladi
• Mandai
• Masak habang
• Masak kuning
• Nasi kuning
• Opor habang
• Opor kuning
• Opor putih
• Paisan baung
• Paisan patin
• Paisan pipih
• Paisan wadi haruan
• Paisan wadi sapat
• Pakasam bapais
• Pakasam basanga
• Papuyu babanam
• Papuyu bapais
• Papuyu basanga
• Papuyu baubar
• Rawon
• Saluang basanga
• Sapat basanga
• Sop buntut
• Soto banjar
• Tarung babanam basantan
• Tarung batanak
• Urap
• Using-using hundang papai
• Using-using kangkung
• Using-using tarung hintalu
• Wadi basanga

Wadai-wadai
• agar-agar habang
• amparan tatak
• apam barabai
• bingka
• bingka barandam
• bubur sagu
• bulungan hayam
• cakodok
• cincin
• cingkarok batu
• cucur
• dadar gulung
• dodol kandangan
• gaguduh
• garigit
• gincil
• hintalu karuang
• ilat sapi
• kararaban
• katupat balamak
• kelalapon martapura
• kikicak
• lamang
• lupis
• pais pisang
• pais sagu
• pais waluh
• patah
• putri salat
• rimpi
• ronde
• sarikaya
• sarimuka
• sasagun
• serabi
• undi-undi
• untuk-untuk
• wadai balapis
• wadai gayam
• wadai satu
• wajik

Dari pengertian tentang kuliner diatas, kuliner banjar memiliki suatu cara yang khas untuk semua jenis makanan. Dalam pengolahannya di Banjar menggunakan tungku yang lazim disebut dengan dapur oleh orang banjar. Walaupun sudah banyak yang menggunakan kompor minyak dan gas, tapi tidak sedikit yang masih menggunakan tungku. Rasa dari masakan yang
diolah dengan tungku memiliki rasa yang khas, contohnya dalam memasak beras dengan tungku hasil yang didapat lebih pulen walaupun prosesnya agak sulit bagi yang belum terbiasa. Dalam hal ini proses memang menjadi suatu langkah awal untuk menentukan hasil akhir dari kuliner banjar, seiring berkembangnya jaman instan perlahan proses dari pemilihan bahan makanan, proses penyimpanannya dan mempersiapkannya berubah. Santan yang biasanya didapat dengan memarut kelapa yang cukup tua kemudian diperas kini diganti dengan santan olahan pabrik makanan yang cukup mudah untuk mendapat dan menggunakan. Kaldu ayam yang didapat dengan merebus ayam kini bisa diganti dengan bumbu penyedap. Dari perubahan ini tentunya akan mengubah rasa yang asli yang dibuat dengan bahan yang alami tanpa adanya campuran bahan dari pabrik.

Mimpi itu indah

Februari 26, 2009

Indahnya sebuah kebahagiaan
ketika aku berada dalam penderitaan yang cukup membuat air mataku habis untuk mengisi mimpi
Jauh sudah melangkah tapi kenapa masih ada disini
menjalani hidup ini untuk pindahkan mimpi dalam tidur
menjadi mimpi nyata dalam hidup
Kebahagiaan yang begitu kecil menjadi begitu sangat berarti
Senyum kecil diwajahmu
mungkin hanya sesaat bisa kulihat
dinikmati dengan mataku
Tapi senyum itu yang menguatkan aku
meyakinkan aku bahwa kebahagian itu tidak abadi bila tidak tersimpan dalam hati
senyummu sudah terukir dihatiku
sedikit apapun yang kau beri aku terima
dan aku beri sebuah rasa yang mengalir dalam darah
menyatu dalam nafas

diakhirnya mimpi aku tetap dalam hatimu

Kekasih manusia terwujud dalam masalah

Februari 25, 2009

Kekasih manusia itu diwujudnya adalah masalah, sebab manusia tidak pernah lepas dengan masalah dan bila manusia menghadapi masalah haruslah dihadapi dengan jiwa yang besar, tenang dan diselesaikan dengan baik pula.Seorang dalam menghadapi haruslah tanggap, tangguh dan tanggon.Memang tidak semudah kita menuliskan tulisan dalam kertas untuk bisa menghadapi suatu masalah, tapi dalam hidup kita harus terus hadapi semua itu dengan sabar dan teguh

AFGANISTAN

Februari 24, 2009

Afganistan Republik Islam Afganistan (Pashtun/Dari-Parsi: افغانستان, Afğānistān) adalah sebuah negara di Asia Tengah. Ia terkadang digolongkan sebagai bagian dari Asia Selatan atau Timur Tengah karena kedekatannya dengan Plato Iran. Afganistan berbatasan dengan Iran di sebelah barat, Pakistan di selatan dan timur, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan di utara, dan Republik Rakyat Cina di ujung timur. Afganistan juga berbatasan dengan Kashmir, wilayah yang dipersengketakan oleh India dan Pakistan. Afganistan merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Pada kurun waktu antara tergulingnya rezim pemerintahan Taliban pada 2001 dan Loya jirga (sidang majelis Musyawarah Tradisional) tahun 2004, dunia Barat menyebut negara ini dengan nama Negara Islam Transisi Afganistan. Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Politik • 3 Demografi • 4 Provinsi • 5 Geografi • 6 Ekonomi • 7 Budaya • 8 Pendidikan • 9 Lihat pula • 10 Pranala luar Politik Kini, sebuah pemerintahan sementara telah didirikan. Diketuai oleh presiden Hamid Karzai, kebanyakan anggotanya dari Aliansi Utara, dan campuran dari daerah dan kelompok etnis lainnya yang terbentuk dari pemerintahan transisi oleh Loya jirga. Mantan raja Zahir Shah yang kembali ke negeri, namun tak dikembalikan lagi sebagai raja dan hanya menjalankan kekuatan seremonial terbatas. Di bawah Persetujuan Perjanjian Bonn (Bonn Agreement), Komisi Konstitusi Afganistan didirikan untuk berkonsultasi dengan publik dan pembentukan konstitusi draft. Dijadwalkan meluncurkan draft pada 1 September 2003, komisi itu telah meminta penundaan agar mengerjakan konsultasi lebih lanjut. Pertemuan loya jirga (dewan agung) konstitusional diselenggarakan pada Desember 2003 saat konstitusi baru diadopsi yang menciptakan bentuk pemerintahan presiden. Pasukan dan dinas intelijen dari AS dan sejumlah negara lain hadir, beberapa untuk menjaga perdamaian, lainnya ditugaskan memburu sisa Taliban dan al-Qaeda. Angkatan Penjaga Perdamaian PBB memanggil operasi Angkatan Pembantu Keamanan Internasional di Kabul, bermula Desember 2001. NATO mengambil kendali angkatan ini pada 11 Agustus 2003. Kebanyakan negeri tetap di bawah kendali panglima perang. Pada 27 Maret 2003, WaMenHan Afghanistan dan panglima perang yang berpengaruh Jenderal Abdul Rashid Dostum menciptakan tugas untuk Zona Utara Afghanistan dan mengangkat pejabat untuk itu, menentang perintah presiden sementara Hamid Karzai bahwa tiada lagi zona di Afghanistan. Demografi Afghanistan merupakan rumah bagi sejumlah suku. Namun karena belum adanya pencacah jiwaan yang memadai, sehingga tidak diketahui pasti kondisi sebenarnya. Dan yang tersedia sekarang hanya berdasarkan perkiraan belaka. Berdasarkan catatan dari CIA World FactBook (diperbaharui tanggal 17 Mei 2005), komposisi kesukuan di Afghanistan adalah sebagai berikut : Pashto 42%, terpusat di bagian timur dan selatan Afghanistan; Tajik 27% berpusat di bagian utara dan Kabul; Hazara 9% berpusat di Afghanistan tengah termasuk Bamiyan; Uzbek 9%; Aimak4%; Turkmen 3%; Baluchi 2% dan sisanya 4% yang mencakup Wakhidan Kyrgyz. Dua bahasa resmi Afghanistan adalah Persia Afgani yang sering disebut Dari (50%), dan Pashtun (35%). Bahasa-bahasa lainnya adalah bahasa-bahasa Turkik (Uzbek dan Turkmenistan yang digunakan oleh 11% rakyatnya), dan 30 bahasa-bahasa kecil, terutama Baluchi dan Pashai (4%). Banyak orang Afganistan yang mampu menggunakan dua bahasa atau lebih. Menurut agama orang Afganistan kebanyakan adalah Muslim Sunni (80%), Muslim Syi’ah (19%), dan lainnya (1%). Provinsi Afganistan terdiri dari 34 buah provinsi (ولايت; velayat): 1. Badakhshan 2. Badghis 3. Baghlan 4. Balkh 5. Bamiyan 6. Daikondi 7. Farah 8. Faryab 9. Ghazni 10. Ghowr 11. Helmand 12. Herat 13. Jowzjan 14. Kabul 15. Kandahar 16. Kapisa 17. Khost 1. Konar 2. Kondoz 3. Laghman 4. Lowgar 5. Nangarhar 6. Nimruz 7. Nurestan 8. Oruzgan 9. Paktia 10. Paktika 11. Panjshir 12. Parvan 13. Samangan 14. Sar-e Pol 15. Takhar 16. Vardak 17. Zabol Geografi Afghanistan ialah negeri yang bergunung-gunung, walau ada dataran di utara dan barat daya. Titik tertinggi di Afghanistan, Nowshak, ialah 7485 m dpl. Bagian besar negara ini kering, dan pasokan air bersih terbatas. Afghanistan memiliki iklim tanah, dengan musim panas yang panas dan musim salju yang dingin. Negara ini sering menjadi pusat gempa bumi. Peta Afganistan Di samping ibu kotanya Kabul, Herat, Jalalabad, Mazar-e Sharif dan Kandahar ialah kota-kota utama negara ini. Lihat juga Kota-kota di Afganistan Ekonomi Afghanistan ialah sebuah negara yang relatif miskin, sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Ekonominya melemah akibat kerusuhan politik dan militer terkini, tambahan kemarau keras dengan kesulitan bangsa antara 1998-2001. Sebagian penduduk mengalami krisis pangan, sandang, papan, dan minimnya perawatan kesehatan. Kondisi ini diperburuk oleh operasi militer dan ketidakpastian politik. Inflasi menyisakan banyak masalah. Menyusul perang koalisi yang dipimpin AS yang menimbulkan jatuhnya Taliban pada November 2001 dan pembentukan Otoritas Interim Afganistan (AIA) yang diakibatkan dari Persetujuan Bonn Desember 2001, usaha Internasional untuk membangun kembali Afganistan ditujukan di Konferensi Donor Tokyo untuk Rekonstruksi Afganistan pada Januari 2002, di mana $4,5 juta dikumpulkan untuk dana perwalian yang akan diatur oleh Bank Dunia. Wilayah prioritas untuk rekonstruksi termasuk konstruksi pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas administratif, perkembangan sektor pertanian, dan pembangunan kembali jalan, energi, dan jaringan telekomunikasi. Budaya Banyak monumen bersejarah negara ini rusak dalam perang tahun-tahun terakhir. 2 arca terkenal Buddha di Provinsi Bamiyan dihancurkan Taliban karena dianggap sebagai lambang agama lain. Orang Afganistan dikenal sebagai penunggang kuda. Olahraga yang terkenal seperti Buzkashi terkenal di sana. Sebelum Taliban memegang kekuasaan, kota Kabul merupakan tempat tinggal banyak musisi yang ahli dalam musik Afganistan tradisional dan modern. Kabul pada paruh abad ke-20 sama dengan Wina selama abad XVIII dan XIX. Lihat juga: Radio Kabul, Musik Afganistan Pendidikan Di musim semi 2003, diperkirakan bahwa 30% dari 7.000 sekolah Afganistan telah rusak parah selama lebih dari 2 dasawarsa pendudukan Uni Soviet, perang saudara dan penguasaan Taliban. Hanya setengah dari sekolah itu dilaporkan memiliki air bersih, dengan kurang dari 40% yang diperkirakan memiliki sanitasi yang cukup. Pendidikan untuk anak lelaki bukanlah prioritas selama masa Taliban, dan anak perempuan dibuang dari sekolah secara ikhlas. Berkenaan dengan kemiskinan dan kekerasan di sekeliling mereka, studi pada 2002 oleh kelompok pembantu Save the Children mengatakan anak Afganistan ulet dan berani. Studi itu memuji kuatnya institusi keluarga dan lingkungan. Sampai 4 juta anak Afganistan, kemungkinan jumlah terbesar, dipercaya telah telah mendaftar untuk kelas untuk tahun-tahun sekolah yang mulai pada Maret 2003. Tingkat melek huruf keseluruhan penduduk diperkirakan 36%.

ASIA BARAT DAYA

Februari 19, 2009

Asia Barat Daya
Asia barat daya disebut Timur Tengah oleh orang barat kemudian disebut Asia minor untuk wilayah Turki di asia kecil dan Negeri diatas angin
Secara geografis Asia Barat daya memiliki lembah Mesopotamia yang berarti lembah subur diantara 2 sungai yaitu Sungai Efrat dan Sungai Tigris daerah itu disebut The firtle crescent yang berarti daerah bulan sabit yang subur. Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti “(daerah) di antara sungai-sungai”. Entah sejak kapan nama itu dipakai untuk menyebut daerah itu. Namun, para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M), sudah menggunakannya.
Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama , ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut “Bapa Orang Beriman” dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam , Kristen , dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).
Tidak mudah untuk menentukan lokasi Ur-Kasdim secara tepat. Biasanya yang ditunjuk sebagai lokasi daerah ini adalah Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.
Beberapa catatan lain bisa dikemukakan untuk menunjukkan hubungan antara Abraham dengan Mesopotamia. Dalam kitab Ulangan 26,3; Nabi Musa mengajak umat untuk berdoa kepada Tuhan saat mempersembahkan panen pertama dengan mengawalinya, Bapaku adalah seorang Aram, seorang pengembara.
Di tempat lain dikatakan, Ishak , anak Abraham, diperintah Abraham untuk mencari istri dari daerah Aram-Mesopotamia (aram-naharayim) (Kejadian 24,2.10). Demikian juga dengan Yakub, cucu Abraham, dia disuruh pergi ke Padan-Aram untuk mendapatkan istri di sana (Kejadian 28,2). Dalam terjemahan Yunani Septuaginta, kedua nama terakhir ini disebut Mesopotamia.
Begitulah, melalui beberapa teks itu kelihatan, Abraham, Bapa Orang Beriman, tampaknya mempunyai hubungan dengan Mesopotamia.
SELAIN petunjuk yang secara eksplisit ada dalam Alkitab, masih bisa ditemukan informasi lain yang menunjukkan pengaruh Mesopotamia yang cukup kuat. Kini sudah lazim diterima bahwa kisah Penciptaan dan kisah Air Bah yang terkenal itu, yang dikisahkan pada bagian awal kitab Kejadian, sebenarnya kuat dipengaruhi sastra Mesopotamia. Biasanya ada tiga karya sastra Mesopotamia yang ditunjuk, yaitu Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20 SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karena ditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur.
Kemiripan antara sastra Mesopotamia dengan teks-teks Alkitab begitu mencolok sehingga orang mau tidak mau menyimpulkan, ada ketergantungan di antara mereka. Karena teks-teks Mesopotamia berasal dari periode yang jauh lebih tua dari teks-teks Alkitab, maka tidak mengherankan jika bisa disimpulkan, teks Alkitab bergantung pada sastra Mesopotamia itu. Para penulis Israel tampaknya mengambil dan memanfaatkan teks-teks Mesopotamia itu untuk mengungkap keyakinan mereka, sekaligus menyesuaikannya dengan keyakinan itu, terutama di bidang monoteisme: segala yang berbau politeisme dibuang jauh-jauh!
Namun, bila kitab Kejadian disusun oleh para penulis Israel pada awal masa kerajaan, kira-kira abad 10 SM, sementara sampai saat itu tidak ada kontak langsung antara Israel dengan Mesopotamia, lalu dari mana datangnya pengaruh Mesopotamia itu?
Salah satu kemungkinan adalah bahwa kisah-kisah Mesopotamia dibawa ke Palestina-lalu menyebar-saat terjadi perpindahan penduduk besar-besaran dari Mesopotamia yang disebabkan situasi yang agak kacau sekitar abad 19 SM. Kiranya ini juga yang menjadi konteks berpindahnya keluarga Abraham dari Ur ke Haran, lalu ke Kanaan.
Berbagai kebiasaan dan peraturan yang dilakukan para Bapa Bangsa yang tercermin dalam kitab Kejadian ternyata juga menemukan banyak kesamaan dengan kebiasaan dan peraturan yang hidup di daerah Mesopotamia. Sebagai contoh, kekhawatiran Abraham karena dia tidak mendapat keturunan, karena itu harus mewariskan segala miliknya kepada abdinya yang setia, Eliezer (Kejadian 15,1-4), ternyata sejajar dengan praktik yang dilakukan masyarakat Nuzi yang mendiami sebelah timur Sungai Tigris. Hal ini bisa diketahui melalui analisis teks-teks hukum yang berlaku di Nuzi, yang berasal dari abad 15 SM.
Kisah tentang Abraham yang datang ke negeri asing lalu mengaku istrinya sebagai saudarinya (Kejadian 12,10-20) sering membingungkan orang. Tetapi, kini, dengan ditemukannya teks-teks yang berasal dari bangsa Hori di sebelah utara Mesopotamia, berdekatan dengan Haran, hal itu bisa dipahami dengan lebih baik.
Dalam masyarakat Hori, ikatan perkawinan yang paling kuat adalah jika seorang istri sekaligus mendapat status saudari secara hukum. Karena itu, sering terjadi, sesudah perkawinan diadakan upacara lain untuk mengadopsi sang istri menjadi saudari. Hal ini disahkan dengan dua dokumen. Pertama, dokumen tentang perkawinan. Kedua, berkait dengan pengangkatannya sebagai saudari.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkan adanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yang amat masuk akal.
Codex Hammurabi , yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab , tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, di Mesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
Kini, pada milenium ketiga, tanah yang sudah memberi banyak sumbangan bagi umat manusia ternyata masih mengalami penganiayaan, entah sampai kapan. Mungkin Hammurabi sendiri akan menangis melihat kenyataan yang bertentangan dengan apa yang pernah ditulisnya dalam Epilog codex-nya yang menggambarkan tujuannya menuliskan hukum:
“Di dadaku kubawa rakyat Sumeria dan Akkadia; mereka berkembang di bawah perlindunganku; aku selalu memerintah mereka dalam kedamaian; aku menaungi mereka dengan kebijaksanaanku.Agar yang kuat tidak menindas yang lemah; agar para yatim piatu dan para janda mendapatkan keadilan; di Babilonia, kota di mana Anum dan Elil menengadahkan kepalanya; di Esagila, kuil yang dasarnya kokoh kuat seperti langit dan bumi; aku menulis kata-kataku yang berharga ini pada monumenku; dan di hadapan patungku, sebagai raja keadilan, aku menetapkannya untuk mengatur hukum di negeri ini; untuk menentukan peraturan bagi negeri ini; untuk memberi keadilan bagi yang tertindas.”
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumer(ia). Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di “tanah antara dua sungai” itu.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.